
Google AI Overviews kini mendominasi hasil pencarian dan mengambil alih posisi utama dalam SERP. Untuk tetap terlihat di era AI search, Anda harus mengoptimalkan konten untuk AI assistants seperti ChatGPT dan Perplexity, bukan hanya Google tradisional.
Pencarian telah berevolusi. Google meluncurkan AI Overviews—ringkasan otomatis yang langsung menjawab pertanyaan di halaman hasil pencarian. Akibatnya? Situs Anda yang ranking #1 mungkin tidak lagi mendapat klik utama.
Riset terbaru dari Ahrefs yang menganalisis 25 juta AI search results dari 75.000 brand mengungkapkan fakta mengejutkan: 86% domain yang muncul di Google AI Overviews, ChatGPT, dan Perplexity berbeda-beda sepenuhnya. Artinya, strategi SEO lama tidak lagi cukup.
Anda memerlukan pendekatan baru yang kami sebut GEO (Google Explainable Overviews) atau AEO (AI Engine Optimization). Namun yang penting, apa rahasia untuk tetap terlihat di era AI ini?
Jawabannya ada pada lima faktor ranking yang terbukti secara empiris melalui data. Mari kita eksplorasi masing-masing.
Bayangkan AI assistants seperti ChatGPT dan Google Bard sebagai seorang siswa yang belajar dari ribuan buku digital di seluruh web. Setiap kali nama brand Anda muncul di situs kredibel, itu menjadi contoh pembelajaran baru bagi AI.
Semakin sering LLM (Large Language Models) melihat brand Anda dikaitkan dengan topik spesifik, semakin yakin AI itu akan mengasosiasikan nama Anda dengan subjek tersebut. Ini mirip bagaimana Anda menghubungkan Red Bull dengan extreme sports atau Tesla dengan kendaraan listrik—asosiasi yang kuat ini terbentuk dari pengulangan dan konteks.
Data dari riset Ahrefs menunjukkan hal mengejutkan: branded mentions memiliki korelasi terkuat dengan visibility di Google AI Overviews—bahkan lebih strong daripada backlinks, referring domains, dan domain rating.
Namun tidak semua mentions sama nilainya. Ada strategi cerdas dalam memilih situs mana yang harus menyebutkan brand Anda untuk hasil maksimal.
Untuk mendominasi Google AI Overviews, fokus pada highly linked pages. Platform seperti Reddit, Quora, dan YouTube sangat berpengaruh karena sering dikutip oleh Google’s AI system.
Untuk ChatGPT dan Perplexity, targetkan high-traffic pages dan publisher terkemuka. ChatGPT lebih menyukai konten dari media news ternama seperti Reuters dan Associated Press karena dianggap lebih kredibel dan authoritative.
Gunakan tools seperti Ahrefs Brand Radar untuk mengidentifikasi:
Dari sini, Anda bisa bergabung dengan Reddit threads yang relevan, menghubungi YouTuber untuk review produk, atau menjalin hubungan PR dengan publisher. Tujuannya sederhana namun powerful: buat brand Anda terlihat di mana-mana secara online, idealnya dalam konteks positif dan topically relevant.
Dalam SEO tradisional, mengejar longtail keywords adalah strategi jangkauan. Semakin banyak query niche yang Anda rank, semakin banyak cara searchers menemukan Anda. Metrik sederhana: lebih banyak keyword = lebih banyak traffic potential.
Tetapi di dunia AI search, longtail queries memiliki peran yang sangat berbeda dan lebih fundamental. Mereka tidak hanya tentang coverage—longtail queries menentukan apakah AI assistants memilih konten Anda untuk dijadikan rekomendasi dalam generated answers.
Inilah mengapa: AI assistants seperti ChatGPT tidak menjawab pertanyaan secara langsung dari database. Ketika pengguna mengetik prompt seperti “Rencanakan perjalanan 5 hari ke Jepang di November dengan budget terbatas,” AI itu secara internal menguraikannya menjadi puluhan sub-query yang lebih kecil dan spesifik—mulai dari attraction recommendations, accommodation costs, daily itineraries, transportation, budget breakdown, dan weather considerations.
AI kemudian menarik informasi relevan dari berbagai sumber berbeda di web dan menyatukannya menjadi satu jawaban lengkap dan kohesif.
Jika konten Anda meranking untuk query-query niche spesifik itu, brand Anda punya peluang jauh lebih besar untuk dimasukkan dalam jawaban final AI.
Data riset menunjukkan fakta penting: Google AI Overviews jauh lebih sering muncul pada query yang lebih panjang, spesifik, dan niche-focused dibanding query pendek dan generic.
Dari perspektif praktis, Anda harus melakukan dua hal:
Inilah yang sering diabaikan oleh banyak SEO practitioner: bahkan jika konten Anda sempurna dan authoritative, AI mungkin tidak menggunakannya jika tidak terstruktur dengan benar dan optimal.
Google dan AI assistants menggunakan tree-walking algorithm, yang berarti mereka secara sistematis mengikuti struktur HTML semantik halaman dari atas ke bawah. Konten yang terformat dengan baik dan terstruktur jelas akan jauh lebih mudah diproses dan dipahami oleh sistem AI.
Tetapi ini bukan hanya tentang menggunakan heading tags dan bullet points secara random. Ini tentang bagaimana informasi mengalir dan diorganisir secara logical.
Ketika Google atau ChatGPT membaca halaman Anda, mereka tidak memproses seluruh halaman sekaligus dalam satu block. Mereka membagi konten Anda menjadi potongan-potongan lebih kecil—hampir seperti membaca paragraph demi paragraph—dan kemudian memutuskan bagian mana yang paling useful dan valuable untuk dipertahankan dalam response mereka.
Jika poin terbaik dan most insightful Anda tersembunyi dalam bagian yang dalam atau tercampur dalam paragraph panjang yang berantakan, AI akan lebih kesulitan mengidentifikasi dan memproses konten Anda dengan optimal. Ini mungkin berdampak negatif pada peringkat Anda.
Jangan mulai menulis dalam blok teks pendek yang terputus seperti FAQ format atau membuat setiap paragraf sebagai ide terpisah dan tidak connected. Sebaliknya, kelompokkan ide-ide terkait bersama dalam logical sections, tetap fokus pada satu takeaway utama per section.
Anggap saja Anda memberi AI outline yang jelas dan mudah diikuti. Setiap bagian harus masuk akal sendiri dari segi konteks tetapi juga harus terhubung secara natural dan seamless ke bagian berikutnya.
Ini adalah salah satu temuan paling menarik dan actionable dari riset: konten yang dikutip oleh AI adalah 25,7% lebih segar dibanding hasil yang ditampilkan Google secara tradisional.
Mengapa perbedaan signifikan ini ada? Karena sebagian besar AI assistants menggunakan teknologi bernama RAG (Retrieval-Augmented Generation). Ini adalah komponen sistem AI yang secara aktif keluar ke web dan mencari informasi terbaru saat diperlukan.
Jika AI model sudah tahu jawabannya dari data training historical mereka, tidak perlu mencari lagi. Mirip bagaimana Anda tidak perlu GPS untuk pergi ke tempat favorit yang sering Anda kunjungi—route-nya sudah ada di memory.
Tetapi jika topiknya baru, sedang trending, atau mengalami perkembangan signifikan, RAG module keluar dan mengambil informasi terkini dari web untuk mengisi celah informasi tersebut dengan akurat.
Inilah mengapa freshness bukan lagi hanya ranking signal tradisional—ini adalah retrieval signal fundamental di era AI search.
HubSpot, perusahaan marketing automation terkemuka, memperbarui artikel populer mereka berjudul “Small Business Ideas” pada April tahun ini. Tidak hanya traffic organik mereka mengalami lonjakan signifikan—mentions AI untuk halaman tersebut juga melonjak drastis pada waktu yang sama, menghasilkan lebih dari 7.000 mention baru menurut Brand Radar tools dari Ahrefs.
Satu update konten yang terlihat kecil membuat perbedaan besar dalam AI visibility dan mentions.
Identifikasi halaman-halaman Anda yang bisa mendapat manfaat signifikan dari update regular dan continuous improvements. Tambahkan halaman-halaman tersebut ke siklus refresh konten Anda yang terstruktur.
Saat melakukan update, lakukan beberapa hal:
Update konten yang terkesan kecil seperti ini sering menjadi perbedaan antara mendapat mention dan visibility di platform AI atau tidak.
Inilah kesalahan strategis terbesar yang banyak website dan brand lakukan: hanya mengoptimalkan konten untuk satu AI platform saja.
Data dari Ahrefs membandingkan top 50 domain yang paling frequently dikutip di Google AI Overviews, ChatGPT, dan Perplexity secara bersamaan. Hasilnya sangat mengejutkan dan memberikan insight berharga:
Hanya 14% domain muncul di ketiga platform itu sekaligus. Artinya 86% dari top-performing sources adalah unik untuk setiap AI assistant masing-masing.
Ini adalah insight strategis yang sangat besar:
Bahkan jika Anda sudah mendominasi satu ekosistem secara complete, itu tidak menjamin Anda akan muncul dan mendapat visibility di ekosistem AI platform yang lainnya. Setiap platform punya preference dan algorithm berbeda.
Langkah-langkah praktis dan actionable menggunakan Ahrefs Brand Radar atau tools serupa:
Ini terdengar basic dan sederhana, tetapi sangat penting untuk tidak diabaikan: pastikan file robots.txt Anda tidak secara tidak sengaja memblokir bot AI yang ingin crawl website Anda.
Dalam riset comprehensive Ahrefs terhadap 140 juta website, mereka menemukan bahwa sekitar 5,9% dari website-website tersebut malah secara aktif memblokir OpenAI’s GPT bot sendiri tanpa realize dampaknya. Jika Anda adalah salah satu website yang melakukan ini, Anda tidak bisa rank dan appear di AI systems yang ingin Anda targetkan untuk visibility.
Periksa file yourdomain.com/robots.txt Anda sekarang dan pastikan Anda tidak secara tidak sengaja memblokir bot-bot penting seperti:
Mungkin banyak yang terdengar asing tentang konsep GEO atau AEO, tetapi kebenaran sederhananya adalah: GEO/AEO masih SEO, hanya dengan scope yang lebih luas dan perspektif yang lebih comprehensive.
Perbedaannya adalah Anda harus berpikir lebih luas dan lebih strategis dalam pendekatan Anda.
Tidak lagi hanya tentang optimizing konten dan membangun link berkualitas saja. Ini tentang membangun brand yang kuat dan hadir di mana pun audience Anda sudah berada secara active—baik itu di Reddit, YouTube, news outlets, atau publikasi industry niche.
Perubahan cara orang mencari informasi sudah dimulai dengan cepat. Strategi SEO Anda harus evolve dan adapt dengan landscape yang berubah ini. Fokus pada lima pilar yang kami bahas: branded mentions, longtail query optimization, content structure yang sempurna, freshness signals, dan diversifikasi platform strategis.
Satu kebenaran yang jarang diucapkan openly: belum ada yang benar-benar tahu cara definitif dan guaranteed untuk mengoptimalkan AI search dengan sempurna. Landscape masih terlalu early dan evolving.
Untuk saat ini, yang kita punya adalah data yang sudah dianalisis dan insights yang terbukti. Kita memerlukan lebih banyak practitioner untuk keluar, menguji strategi ini, dan berbagi hasil mereka. Dengan cara itulah kita semua membangun playbook step-by-step yang robust untuk SEO di era AI.
Tidak sepenuhnya menggantikan. Tetapi AI Overviews mengambil perhatian dan klik signifikan dari hasil tradisional. Anda memerlukan keduanya untuk mencapai visibilitas maksimal dan traffic optimal.
Tidak ada timeline pasti dan predictable. Tetapi freshness signals dan update frequency terbukti penting. Konten berkala yang di-update secara regular cenderung mendapat visibility lebih cepat dalam AI results.
Tidak harus membuat konten terpisah. Konten berkualitas tinggi yang terstruktur baik dan selalu fresh akan bekerja well untuk kedua format—traditional search dan AI results. Optimasi untuk AI adalah optimasi untuk pengalaman pembaca yang lebih baik overall.
Tergantung audience dan niche Anda. Jika audience Anda tech-focused, ChatGPT adalah prioritas. Jika consumer-focused, Perplexity dan Google AI Overviews lebih relevan. Idealnya, develop strategi diversifikasi untuk semua platform major.
Ada bukti bahwa update berkala—bahkan yang terlihat minor—bisa mendorong re-indexing dan mention baru dari AI systems. Target setidaknya quarterly reviews dan updates untuk content yang top-performing dan high-traffic.